Senin, 02 Mei 2011

Laka Akibat Mengantuk

Laporan, Wicaksana Arif Turbrilian

DURI, TRIBUN - Korban luka kecelakaan, Hermando (36) dan anaknya, Zidan dilarikan ke Pekanbaru. Kecelakaan lalulintas antara mobil avanza dengan truk tronton di jalan Hang Tuah, kecamatan Mandau, Bengkalis. Peristiwa terjadi sore hari pukul 15.00.

Kedua korban mengalami patah tulang. Pengendara mobil Avanza mengalami patah di bagian kaki sebelah kanan. Sedangkan penumpang mobil Avanza, mengalami patah pada lengan kanan. Menurut keterangan polisi keluarga korban meminta untuk dirujuk ke RSUD Arifin Ahmad di Pekanbaru.

Saat Tribun mengkonfirmasi, ke RS Permata Hati petugas mengatakan yang korban telah dilarikan ke pekanbaru pagi tadi. Peristiwa kecelakaan itu terjadi jalan Hang Tuah dekat simpang Desa Harapan. Kasatlantas Kabupaten Bengkalis, AKP Maryono menduga supir mobil avanza nopol BM 1528 DN mengantuk saat mengemudi.

Ia menceritakan kronologis kejadian kecelakaan tersebut. Semula satu unit mobil avanza yang dikemudikan oleh Hermando datang dari arah simpang Pokok Jengkol menuju arah simpang Garoga. Sesampainya di TKP menabrak pembatas jalan kemudian hilang kendali.

Pada saat yang bersamaan datang dari arah berlawanan datang truck tronton BM 8531 LR. Tabrakan pun tak dapat dihindarkan. Akibat kejadian tersebut pengemudi dan penumpang mobil avanza mengalami luka berat. Kerusakan kendaraan dialami keduanya.

Kedua kendaraan tersebut diamankan di Satlantas Bengkalis. Kerugian ditaksir hingga Rp 5 juta. Maryono mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan menaati rambu yang dipasang.

"Waspada bagi pengguna jalan, karena belakangan banyak diguyur hujan, dan kondisi jalan yang parah," tutupnya.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Imbauan Hanya Untuk Pagi Hari

Laporan, Wicaksana Arif Turbrilian

DURI, TRIBUN - Kondisi jalan Sudirman di sekitar pasar Mandau Raya yang sebelumnya semrawut oleh pedagang kaki lima, kini tampak bersih dan rapih. Awalnya beberapa meter dari sisi kiri dan kanan dipadati PKL. Kini tak ada lagi pedagang kaki lima yang menggelar dagangannya di bahu jalan, Senin (2/5).

Hasil pengamatan Tribun, hampir semua pedagang yang biasa menjajakan dagangannya di bahu jalan kini mundur hingga di luar marka jalan. Saat dikonfirmasikan pada kasi trantib kecamatan Mandau, H Amiruddin mengatakan, sebelum dilakukan penertiban, kami imbau para PKL untuk tidak menggelar dagangannya di bahu jalan.

Pihaknya mengapresiasi tanggapan para pedagang yang kooperatif. Ternyata imbauan yang dilayangkan mendapat perhatian dari pedagang. Ia menambahkan, untuk masalah relokasi tempat bagi PKL, menunggu keputusan dinas pasar.

"Bila telah ada keputusan tempat relokasi baru kami tertibkan," ucapnya.

Ia menghargai semua aktifitas masyarakat mencari nafkah. Namun tetap memberi catatan, tidak boleh merugikan pihak lain. Dalam hal ini, ia menilai PKL merampas hak pengguna jalan yang harus mengalah, terganggu perjalanannya.

Mulai hari ini sebagian PKL menarik barang dagangannya di belakang marka jalan. Kebanyaka dari mereka memanfaatkan ruang trotoar atau lahan parkir toko. Sementara bagian jalan yang biasa mereka jadikan sebagai lapak, kini dimanfaatkan untuk parkir.

Namun dari pengamatan Tribun, tak semua pedagang menaati imbauan satpol pp. Masih ada pedagang yang bandel, tetap menggelar dagangannya di bahu jalan. Bahkan setelah anggota satpol pp meninggalkan lokasi, PKL tersebut kembali memanfaatkan bahu jalan untuk menggelar dagangannya.

Seorang pedagang topi dan ikat pinggang yang tak mau menyebutkan namanya mengatakan, bila sudah siang, kita boleh gelar dagangannya lebih maju. Memang bila pagi, kita tidak boleh melewati marka jalan.

Tak hanya dia seorang yang menggelar dagangannya kembali ke bahu jalan. Sebagian PKL tersebut juga bertindak demikian. "Sudah lama kita berdagang seperti hingga malam hari," lanjutnya.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Minggu, 01 Mei 2011

Muscam II KNPI

Laporan, Wicaksana Arif Turbrilian

DURI, TRIBUN - Muscam II knpi Mandau digelar di hotel Executive, Kecamatan Mandau, Bengkalis, Sabtu (30/4). Pada pagelaran kali ini, panitia mengusung tema, "revitalitasi peran pemuda sebagai pembngunan bangsa". Acara ini dihadiri pelbagai kalangan, ketua KNPI Kabupaten Bengkalis, Zulfahmi ST MT, Camat Mandau, Rusli AMP, Wakapolsek, AKP Daud Sianturi dan semua organisasi kepemudaan yang ada di Mandau.

Dalam sambutannya, Ketua panitia, Hermansah mengatakan, peran dan tugas KNPI yakni membawa perubahan di masyarakat. Perubahan ini dimulai dari gerakan pemuda yang ada dalam elemen masyarakat. "Kami hadir untk mempersatukan seluruh elemen (organisasi) yang ada di masyarakat," ucapnya.

Ketua Premature Kecamatan, Ir Baharudin Sayang mengatakan, manajemen organisasi KNPI masih banyak yang perlu dibenahi. Untuk dapat mengikuti perputaran roda zaman, dan berakselerasi terhadap lingkungan, dibutuhkan perjuangan konkret. Sebagai insan penerus generasi bangsa, harus berani berkorban demi kemajuan negeri.

"Kesuksesan KNPI bisa diraih bila dilakukan pembenahan internal dn eksternal," cakapnya.

Pada agenda Muscam II kali ini, ia mengharapkan dapat lahir, generasi baru yang lebih baik. Intinya dapat merangkul segala kalangan. Tugas berat KNPI yakni harus mampu mempersatukan ke bhinekaan pemuda dan masyarakat pada umumnya.

Sementara DPD KNPI Kabupaten Bengkalis, Keva, mengimbau segenap pemuda di kecamatan Mandau untuk menengok sejarah KNPI. Selama menapaki sejarah perjuangan, telah banyak kontribusi yang diberikan KNPI untuk negara. Maka pada moment ini, ia mengajak pada semua pemuda Indonesia untuk melanjutkan perjuangan KNPI selama ini.

Sejarah perjuangan KNPI di Kabupaten Bengkalis telah 11 kali bongkar pasang pengurus sejak berdiri. Dari kepengurusan tersebut, KNPI banyak menelurkan pemimpin-pemimpin baru dan berdaya juang tinggi.
"Semoga KNPI ke depan bisa melahirkan pemimpin-pemimpin baru," lanjutnya.

Kepada media Ketua KNPI Kabupaten Bengkalis, Zulfahmi mengatakan, yang perlu dicermati saat ini adalah target perjuangan. Ia memberikan catatan bahwa pengurus sekarang tak boleh kehilangan program. Bahwa yang hadir pada acara ini merupakan calon-calon pemimpin masa depan.

"Program konkret yang dikerjakan KNPI yakni, pemberdayaan pemuda namun disesuaikan dg kondisi daerahnya," lanjutnya.

Ia mencontohkan, memberikan pelatihan untuk mengasah keterampilan pemuda. Bahkan, mencetak jiwa-jiwa enterpreuner pada pemuda di Mandau. Intinya dapat membentuk pemuda yang mandiri.

Powered by Telkomsel BlackBerry®

Taman Botani Untuk Bumi

Laporan, Wicaksana Arif Turbrilian

DURI, TRIBUN - Peringati hari bumi yang jatuh tanggal 22 April 2011, pengurus osis SMA Cendana gelar acara bertajuk "Cendana Green Day", Sabtu (29/4). Tahun ini panitia mengusung tema "green, love and protect our earth". Ketua panitia, Ririen Nathalia Anggita mengatakan, peringatan tahunan ini merupakan wujud partisipasi siswa SMA Cendana dalam menyelamatkan bumi.

Pada ajang kali ini sengaja diramu dalam bentuk perlombakan antar tim. Kategori perlombaan yakni penanaman pohon dalam pot, fotografi dan games tetang kelestarian alam. Untuk perlombaan menanam, pesertanya diambil empat tim dalam tiap kelas.

Tanaman yang diperlombakan tahun ini yakni, tanaman dalam pot. Jenis tanaman yang dilombakan yakni, Tambulapot (tanaman buah dalam pot), apotik hidup dan dapur hidup. Adapun penilaiannya tidak pada jenis tanaman atau tingkat kesulitan tanaman. Penilaian ditekankan pada kecepatan, ketepatan dan peserta harus mengetahui nama ilmiah dari tanaman yang ditanam.

Total peserta yang mengikuti lomba ini yakni 72 tim. Acara penanaman pohon ini seyogyanya hanya memeringati hari bumi, bukan untuk mengejar suatu hadiah tertentu. Untuk itu, panitia hanya menyediakan hadiah berupa handuk bertuliskan "Cendana Green Day."

Peserta membawa bibit tanaman sendiri dari rumah. Panitia hanya mengarahkan, jenis tanaman apa yang perlu dibawa. Setelah acara ini usai, rencananya hasil tanam akan dijadikan taman botani di sekolah.

Selanjutnya taman botani tersebut akan dipergunakan untuk menunjang kompetensi pendidikan di sekolah. Sedangkan untuk lomba fotografi, panitia membebaskan siapa saja yang hendak mengikuti. Tema yang disediakan yakni berkaitan dengan alam. Syaratnya harus karya sendiri.

"Melalui acara ini, kami berharap, dapat memberikan pengetahuan pentingnya menjaga kelestarian alam dengan menjaga keutuhan bumi," lanjutnya.

Wakil Kepala SMA Cendana, Al Bohari mengatakan, sangat mendukung agenda-agenda yang diadakan anak didiknya. Selain itu, melalui ajang seperti ini bisa menumbuhkan kepedulian sosial dan kreatifitas siswa. "Selagi kegiatan itu positif, kita akan fasilitasi," tambahnya.

Powered by Telkomsel BlackBerry®

Sakai Kini Bukan Warga Kelas Dua

Laporan, Wicaksana Arif Turbrilian

DURI, TRIBUN - Sakai minta bimbingan kepada Muspida Kabupaten Bengkalis dan Siak. Dalam acara pengukuhan bathin 5 dan 8 Sakai, ketua Lembaga Adat Sakai Riau (LASR), H Asmara menyampaikan uneg-uneg, Sabtu (30/4). Menurutnya, selama ini suku Sakai sering disudutkan berbagai kalangan. Suku Sakai ditengarai kerap melakukan perbuatan menentang hukum.

Asmara di hadapan undangan yang hadir di lapangan sepakbola kecamatan Pinggir, Bengkalis, menyebutkan permohonan bimbingan berulang-ulang. "Tolong, pemerintah lebih memerhatikan kami dan jangan segan-segan menegur bila ada kehilapan yang kami lakukan," ucapnya.

Permohonan tersebut khususnya ditujukan pada muspida kabupaten Bengkalis, Siak dan Rohul. Karena sebaran domisili warga Sakai ada di tiga kabupaten tersebut. Menurutnya, kini, warga Sakai telah banyak yang menuntut ilmu tinggi. Jadi sudah bisa diajak kerjasama membangun bangsa. Selama ini, banyak kalangan menilai, Sakai hanya berdemo, menuntut dan melakukan tindakan di luar ketentuan.

Saat menyampaikain sambutan tersebut, Asmara didampingi ketua Lembaga Adat Sakai Bengkalis, Siantar. Senada dengan Asmara, Pengurus lama LASR, Iswandi, tak sepakat bila Sakai dianggap tak mendukung pembangunan. Menurutnya, Sakai bukan tak mendukung pembangunan tersebut, namun pemerintah, tak pernah melibatkan Sakai dalam pembangunan.

Ucapan Iswandi kontan mendapat sambutan tepuk tangan dan teriakan dari para undangan. "Sakai kini jangan dianggap terbelakang, banyak warga Sakai yang mengenyam pendidikan tinggi," lanjutnya.

Menanggapi pidato Asmara dan Iswandi, Sekda Kabupaten Bengkalis, Asmaran Hasan mengajak semua kalangan masyarakat Kabupaten Bengkalis untuk bersama membangun bangsa. Imbauan tersebut tak hanya ditujukan pada warga Sakai. Namun ia percaya bila Sakai dapat bahu membahu bersama pemerintah untuk membangun negeri.

Pada kesempatan tersebut, Asmaran menjabarkan rencana pembangunan yang akan dilakukan Pemkab Bengkalis. Yang pertama, yakni dua kecamatan di pulau Bengkalis akan dijadikan pusat pendidikan. Program kedua, yakni dua kecamatan di pulau Rupat akan lebih dikembangkan pariwisatanya.

Selanjutnya pada kecamatan Siak Kecil dan Bukit Batu, akan lebih dikembangkan potensi agrobisnis. Sedangkan kematan Mandau dan Pinggir akan dijadikan kawasan transit. Karena dari data yang pemkab Bengkalis himpun, di dua kecamatan tersebut, tingkat kecelakaan lalulintasnya cukup tinggi.

Maka pada tahun anggaran 2011 ini dua kecamatan, Mandau dan Pinggir diberikan peningkatan anggaran. Selain kesemua program tersebut, Asmaran mengatakan, pemkab Bengkalis akan membuka jalur darat dari Mandau hingga Pakning.

"Mobilitas Duri-Bengkalis, tak perlu lagi melalui Dumai," ucapnya.

Pada kesempatan tersebut, Asmaran kembali mengajak seluruh warga kabupaten Bengkalis untuk ikut menyukseskan program pemerintah. Tak ketinggalan, ia menyampaikan, warga Sakai juga ada yang menjabat kursi strategis di Pemerintahan. Pemkab juga menjajikan beasiswa khusus untuk warga sakai.
Powered by Telkomsel BlackBerry®