Minggu, 03 Juli 2011

Formulir PPDB SMAN 8 Mandau Sudah Bisa Diambil Hari Ini

Laporan, Wicaksana Arif Turbrilian

DURI, TRIBUN - Manfaatkan waktu dan cepat ambil keputusan untuk mendaftar sebagai calon peserta didik baru di SMAN 8 hari ini. Bagi calon peserta didik baru tingkat atas yang belum terdaftar sebagai siswa baru di sekolah negeri atau swasta, diimbau segera ambil formulir dan kembalikan hari ini juga. Pendaftaran dilakukan di SDN 15 Mandau yang beralamat di jalan Angur Merah, Babussalam, Mandau. Formulir bisa diambil dari pukul 8.00 hingga batas akhir penutupan.

Tahun pertama SMAN 8 Mandau akan menerima peserta didik sebanyak enam kelas. Ketua panitia PPDB SMAN 8 Mandau, Boy Rahmat mengatakan, apabila tidak ada halangan yang mengganjal, pengumuman PPDB bisa langsung keluar esok hari, Selasa (5/7). Boy berharap PPDB SMAN 8 Mandau bisa menanggulangi tidak tertampungnya calon peserta didik baru tahun ini.

Luapan calon peserta didik tingkat atas memaksa pemkab Bengkalis untuk membuka sekolah baru. Berdasarkan data yang dipegang UPTD Pendidikan Mandau, tahun ajaran 2011 ratusan calon peserta didik terancam tak tertampung. Angka itu mungkin bisa menembus seribu calon peserta didik. Berdasarkan data yang UPTD calon peserta didik yang tak tertampung mencapai 940.

"Angka ini belum ditambah dengan siswa pendatang dari luar rayon 5," lanjut Boy, Minggu (3/7).

Panitia PPDB SMAN 8 Mandau, merupakan tim bentukan kepala UPTD Pendidikan, M Rasyid bersama pengajar di sekolah negeri tingkat dasar hingga atas rayon 5 Mandau. Yakni terdiri dari kepala SMAN 1, 2, 3, 4, Kepala SMPN 3 dan SDN 15 Mandau.

Untuk sementara, kegiatan belajar-mengajar SMAN 8 Mandau akan memanfaatkan gedung sekolah dasar. Gedung SDN 15 Mandau memiliki empat ruang kelas yang kosong. Kemungkinan dalam waktu dekat akan dipindahkan, ke SMAN 2 Mandau. "Namun itu menunggu kesepakatan kepala SMAN 2 Mandu," lanjutnya.

Menggunakan gedung SMAN 2 pada kelas sore. Menurutnya penggunaan gedung SMAN 2 Mandau, sembari menunggu pembangunan gedung baru. Masyarakat kelurahan Babussalam sebenarnya telah mengidamkan dibangunnya sekolah negeri di lingkungannya. Maka dari itu, rencana pembangunan gedung SMAN 8 Mandau disambut baik warga Babussalam.

Dirinya berharap semoga SMAN 8 Mandau bisa turut meningkatkan kualitas pendidikan di Mandau. Selanjutnya, segala administrasi dan tenaga pengajar akan diambil dari SMAN 1, 2, 3, dan 4. Sementara itu, Boy mengatakan, Kepala UPTD Pendidikan Mandau terus memperjuangkan urusan administrasi yang diperlukan.

Melalui perpanjangan tangan Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis, UPTD Pendidikan Mandau, diberi mandat untuk memproses semua yang dibutuhkan. Sekertaris Dinas Pendidikan Bengkalis, Zulpadli mengatakan, PPDB SMAN 8 Mandau memang sudah mendapat restu dari kepala dinas. Untuk proses pembentukkannya langsung ditangani panitia yang dibentuk UPTD Pendidikan Mandau.

"Kami akan terus berkomunikasi untuk pantau perkembangan proses PPDB SMAN 8 Mandau," ucapnya.

Sejalan dengan keberlangsungan proses PPDB, Zulpadli mengatakan, akan memproses surat keputusan dan tetek bengek yang dibutuhkan. Senada dengan Boy, yang bersangkutan juga berharap semoga dibukanya PPDB SMAN 8 Mandau bisa memberi solusi segala polemik yang selalu terjadi dalam penerimaan siswa baru. Tak hanya itu, yang bersangkutan mengatakan semoga kehadiran SMAN 8 Mandau dapat memberi kontribusi positif atas kualitas pendidikan di kabupaten Bengkalis.

"Kami akan lakukan peninjauan langsung proses penerimaan peserta didik baru di SMAN 8 Mandau," tambahnya.

Selain itu, dirinya meminta dukungan masyarakat Mandau khususnya untuk mendoakan proses PPDB SMAN 8 Mandau. Tak ketinggalan, bagi masyarakat Bengkalis secara keseluruhan, turut mendoakan kelancarannya. Semoga kehadiran SMAN 8 Mandau dapat diterima dengan baik di hati masyarakat.

Powered by Telkomsel BlackBerry®

Tubuh Terkulai Di Bawah Langit Siang-Malam

Laporan, Wicaksana Arif Turbrilian

DURI, TRIBUN - Napas Rizal (18) terengal-engal kala dijumpai Tribun di rumahnya beberapa hari lalu. Ia hanya bisa berbaring di atas papan tanpa kasur sejak dua tahun lalu. Tubuhnya kurus kering dengan mata menguning. Sebelum paru-parunya terganggu, tubuhnya kekar layaknya teman sebaya.

Sekarang untuk mengangkat sendok makan pun ia tak kuat. Makan, minum dan aktifitas lainya, harus ditolong ibunya. Termasuk kala akan buang air kecil dan air besar. Tubuh pencari kayu ini sekarang tinggal tulang dengan balutan kulit. Tubuhnya hanya tinggal kerangka. Bahkan untuk berbicara pun tak kuat lagi.

Rizal bersama ibu kandungnya, Eno (52) tinggal di gubug reot tanpa dinding di dusun Jembatan Dua, Desa Petani, Mandau. "Jangankan bekerja mencari kayu, untuk makan dan minum saja harus disuapi," ucap Eno.

Eno mengaku telah beberapa kali memeriksakan anaknya di RS Permata Hati. Namun ia mengaku repot dan tak memiliki biaya untuk mencukupi kebutuhan sanak keluarga yang mengantar. Menurutnya, kita tak sanggup menanggung biaya sanak keluarga yang mengantar Rizal ke RS Permata Hati.

Belum lagi harus menyedikan keperluan untuk mengisi perut mereka. Menurutnya, memang semua biaya kesehatan bagi warga Sakai dibebaskan, namun tetap saya harus memikirkan keluarga yang tak sakit. "Bagi yang sakit memang tak perlu mengeluarkan biaya, bahkan makanannya pun disediakan rumahsakit, namun kita yang mengantar dan menunggui perlu makan dan lain-lain," selorohnya.

Belum lagi transport dari rumah ke rumahsakit cukup jauh dan harus bolak-balik. Oleh karenanya, Eno memutuskan untuk membawa pulang anaknya. Apalagi kala itu RS Permata Hati merujuk Rizal supaya dirawat di RSUD Arifin Ahmad, Pekanbaru. Itulah yang menguatkan Eno untuk membawa pulang anaknya.

Kedatangan Tribun ke kediaman Rizal, sebenarnya tanpa perencanaan. Kala itu hanya dalam keperluan peliputan penyerahan bantuan buku oleh Kades Petani, Rianto di SDN 69 Mandau. Saat Rianto berkeliling memantau kegiatan warganya, rupanya dia melihat rumah kayu reot yang masih ada penghuninya.

"Saya merasa prihatin melihat kenyataan, rupanya masih ada warga yang menempati gubug kayu reot," ucapnya.

Papan kayu hanya di bagian lantai. Sementara untuk menutup dinding depan dan samping, pemilik rumah hanya membentangkan kain di antara tiang rumah. Namun bagian belakang rumah, tak ada dinding atau penghalang apapun. Untuk bagian atap, pemilik rumah memanfaatkan terpal plastik untuk menghalau air hujan dan sengatan mahahari. Sayangnya lebar terpal itu hanya menutupi sebagian atap rumah Rizal. Sementara sisanya beratapkan langit.

Kontruksi rumah itu sangat sederhana. Tak ada sekat antara tempat tidur maupun dapur. Ironisnya lagi, dalam rumah tersebut tak ada kamar mandi. Semua aktifitas dilakukan dalam satu ruangan. Sekertaris Desa Petani, Tasarudin mengatakan, rumah yang dibangun warga sakai ya seperti apa yang Tribun lihat. Lanjutnya, hal seperti itu lazim terjadi karena warga sakai merupakan warga nomaden atau hidupnya berpindah-pindah.

"Sebagai warga sakai, saya juga pernah merasakan hal seperti itu," ucapnya.

Namun, Rianto mengaku tak bisa berucap apa-apa kala mengetahui ternyata ada warganya yang tergolek lemah di dalam gubug reot yang sebagian atapnya adalah langit. Kala bercakap dengan Eno, Rianto hanya bisa mendoakan kesembuhan Rizal sembari mengeluarkan apa yang ada di dalam dompetnya. Selama perjalanan pulang, ia mengatakan, tak bisa membayangkan bagaimana keadaan di dalam rumah bila datang hujan angin lebat.

Saat Tribun konfirkasikan pada Kepala Lembaga Adat Sakai Riau, H Siantar, apakah ada bantuan yang bisa diberikan, yang bersangkutan langsung mengiyakan. "Tak usah banyak pikir, bawa ke RSUD dan selamatkan nyawa yang sakit, urusan biaya, semua bisa diurus," ucapnya melalui sambungan telepon, Minggu (3/7).

Kala Tribun tanyakan apakah yang bersangkutan tahu bahwa ada kondisi warga sakai yang terkulai lemah di dalam gubug reot, H Siantar mengaku belum mengetahui kabar tersebut. Sekali lagi ia menegaskan, siapa saja warga sakai yang sakit, untuk di bawa ke RSUD secepatnya.


Powered by Telkomsel BlackBerry®

Jumat, 01 Juli 2011

Foto lepas

Pusat perbelanjaan terbesar di Duri, Ramayana belum tersedia area khusus merokok. Penikmat asap tembakau bisa dengan bebas mengepulkan asap di area food court. Area tersebut merupakan area ber-AC, dan kepulan asap bisa dihirup siapa saja, Jumat (1/7). TRIBUN/CR12
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Raja Puyan Surati Mabes Polri

Laporan, Wicaksana Arif Turbrilian

DURI, TRIBU - Kepala Adat Suku Sakai Bathin Botuah, Baginda Raja Puyan ucapkan terimakasih pada Polsek Mandau atas kerjakerasnya. Pria yang juga mengetuai LBH Bathin Botuah berikan apresiasi Polsek Mandau karena telah menetapkan tersangka pada kasus penyerangan dan perusakkan Sabtu lalu.

Namun pihaknya mengatakan, Kepolisian juga perlu diingatkan karena kekurangmaksimalan penyidikan yang dilakukannya. Pada Tribun Raja Puyan mengatakan, penindakan polisi jangan sampai ada tebang pilih. "Dari kesaksian yang dihadirkan dalam pemeriksaan dan pemberitaan media massa, sudah bisa diartikan siapa pelakunya," ucapnya, Jumat (1/7).

Ia menghendaki pemberlakuan hukum itu harus adil, tak boleh tebang pilih. Menurutnya dari hasil investigasi LBH sudah jelas siapa-siapa pelaku penyerangan dan pembakaran. Selain itu, hasil investigasi tersebut telah ia kirimkan ke berbagai jenjang institusi kepolisian. Bahkan hasil investigasi LBH Bathin Botuah telah diterima Mabes Polri.

"Hasil investigasi tersebut diramu dalam surat no:20/S-11/LBH BATHIN BOTUAH/VI/2011 dan dikirim ke Polres Bengkalis, Polda Riau hingga Mabes," lanjutnya.

Pengiriman surat hasil investigasi ini tak ada bermaksud apa-apa. Menurutnya pengiriman surat ini hanya untuk membantu kerja polisi dalam mengungkapkan kasus ini. Pihaknya berharap proses hukum dapat berjalai secara 'fair'. Raja Puyan yakin polisi akan berkerja profesional dalam mengunkap masalah tersebut sebab Intelijen dan Reserse Polri kita handal, fakta hukumnya adalah beko sakai dibakar, kebun sawit dibakar, rumah dan gubuk dibakar.

Peristiwa penyerangan dan pembakaran yang dilakukan ratusan warga pematang pudu itu membuat keponakannya trauma. Sementara ia menduga, izin pengerahan massa yang banyak digembar-gemborkan sebenarnya tak ada. "Saya minta Polisi melindungi hak-hak warga Sakai," ucapnya.

Sementara kubu Syamsul Gusri cs, pada Jumat (1/7) pukul 10.00 melakukan jumpa pers di kantor camat Mandau. Siaran pers yang dilakukan kubu Syamsul Gusri cs yakni mengenai pemberitaan media massa yang kerap tak benar. Yang bersangkutan bermaksud supaya tak ada salah dalam pemberitaan.

"Kita perlu luruskan pemahaman rekan-rekan wartawan atas kasus penyerobotan lahan yang dilakukan kelompok Pidi cs terhadap lahan warga," ucap ketua RW 16 Pematang Pudu, Daryono pada Tribun.

Menurutnya rekan-rekan media perlu diluruskan, karena warga Pematang Pudu adalah pemilik sah atas tanah yang diserobot masyarakat Sakai. Jadi tindakan penyerangan dan pembakan yang dilakukan, merupakan pembelaan atas harta yang dimiliki warga.

Sementara kasus hukum yang menjerat Ad, Daryono mengatakan, akan mengikuti proses hukum yang berlaku. Ad hanya diberatkan oleh kesaksian dari kubu Pidi cs. "Kami akan terus beri dukungan moril padanya dan keluarga," ucapnya.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Boy: Semoga Lahirnya SMAN 8 Mandau Turut Bangun Kualitas Pendidikan

Laporan, Wicaksana Arif Turbrilian

DURI, TRIBUN - Calon peserta didik baru tingkat atas tahun ajaran 2011 tak perlu risau dengan kuota penerimaan peserta didik baru (PPDB) yang terbatas. Dinas pendidikan Kabupaten Bengkalis melalui UPTD Pendidikan Mandau, akan buka Penerimaan Peserta Didik Baru SMAN 8 Mandau. Hal itu untuk menanggulangi tidak tertampungnya calon peserta didik baru tahun ini.

Luapan calon peserta didik tingkat atas memaksa pemkab Bengkalis untuk membuka sekolah baru. Berdasarkan data yang dipegang UPTD Pendidikan Mandau, tahun ajaran 2011 ratusan calon peserta didik tak tertampung. Angka itu mungkin bisa menembus seribu calon peserta didik. Berdasarkan data yang UPTD calon peserta didik yang tak tertampung mencapai 940.

"Angka ini belum ditambah dengan siswa pendatang dari luar rayon 5," ucap panitia penerimaan PPDB SMAN 8 Mandau, Edi Sakura, Jumat (1/7).

Memang terkesan dadakan namun, ia menyambut baik keputusan yang diambil kepala dinas pendidikan baru, Edward. Dia mengaku baru mendapat persetujuan kemarin, Jumat (1/7) pagi untuk membuka penerimaan peserta didik baru SMAN 8 Mandau.

Panitia PPDB SMAN 8 Mandau, merupakan gabungan kepala UPTD Pendidikan, M Rasyid dan pengajar sekolah negeri tingkat dasar hingga atas rayon 5 Mandau. Yakni terdiri dari kepala SMAN 1, 2, 3, 4, Kepala SMPN 3 dan SDN 15 Mandau. Saat ditemui Tribun, Edi mengaku akan mengadakan pertemuan dengan anggota panitia untuk menetapkan status kepanitiaan.

"Pertemuan itu yakni untuk menetapkan ketua panitia dan merumuskan apa yang diperlukan dalam PPDB," ucapnya.

Ia menambahkan, bila kepanitiaan sudah ditetapkan, mungkin hari Senin depan PPDB sudah bisa dibuka. Edi mengatakan, hingga batas akhir penerimaan, masih ada waktu untuk mendaftar. Jumat (1/7) sekitar pukul 16.30, Boy Rahmat resmi ditetapkan menjadi ketua panitia PPDB SMAN 8 Mandau.

Kepanitiaan yang dibentuk UPTD Pendidikan Mandau akan mulai bekerja merumuskan segala sesuatu yang dibutuhkan dalam mempersiapkan PPDB. Saat dikonfirmasi Tribun, Boy mengucapkan syukur, semoga SMAN 8 Mandau bisa turut membangun kualitas pendidikan di Mandau. Lanjutnya segala administrasi dan tenaga pengajar akan diambil dari SMAN 1, 2, 3, dan 4.

Edi mengatakan, rencananya PPDB SMAN 8 tahun pertama akan membuka kuota sebanyak 6 kelas. Untuk sementara, kegiatan belajar-mengajar SMAN 8 Mandau akan memanfaatkan gedung sekolah dasar. Gedung SDN yang digunakan memiliki empat ruang kelas yang kosong. SDN 15 yang beralamat di jalan Anggur Merah, kelurahan Babussalam.

"Kemungkinan dalam waktu dekat akan dipindahkan, ke SMAN 2 Mandau, namun itu menunggu kesepakatan kepala SMAN 2 Mandu," lanjutnya.

Menggunakan gedung SMAN 2 pada kelas sore. Menurutnya menggunakan gedung SMAN 2 sembari menunggu pembangunan gedung baru. Masyarakat kelurahan Babussalam sebenarnya telah mengidamkan dibangunnya sekolah negeri di lingkungannya. Maka dari itu, rencana pembangunan gedung SMAN 8 Mandau disambut baik warga Babussalam.

Powered by Telkomsel BlackBerry®