Rabu, 15 Juni 2011

Sosialisasi BAZ Mandau Disambut Antusias Di SMAN 4 Mandau

Laporan, Wicaksana Arif Turbrilian

DURI, TRIBUN – Roadshow sosialisasi pembayaran zakal oleh Badan Amil Zakat (BAZ) Kecamatan Mandau di SMAN 4 Mandau, Rabu(15/6) kemarin. Kedatangan pengurus BAZ disambut antusias pihak sekolah. Sosialisasi yang dipusatkan di ruang pertemuan sekolah, diikuti sebanyak 40 guru. Beragam pertanyaan seputar zakat diajukan para guru kepada pengurus BAZ.

" Kami sangat menyambut baik kedatangan pengurus BAZ ke sekolah kami. Tidak semua orang tahu tentang zakat, cara pembayaran serta pendistribusiannya. Melalui sosialisasi ini mudah-mudahan pengetahuan kita tentang zakat semakin bertambah," ucap Kepala SMAN 4 Mandau Haem Basrian SPd.

Melalui acara ini, diharap kedepannya guru-guru bisa menyalurkan zakatnya ke BAZ Kecamatan Mandau melalui UPZ sekolah. Meski berharap di sekolahnya dibentuk UPZ, namun Haem tak dapat ambil keputusan tanpa ada kesepakatan dari guru-guru.

Semua dipulangkan kepada guru-guru apakah setuju dibentuk UPZ di sekolah.
Sebab di dalam agama Islam zakat wajib hukumnya bagi yang mampu. Daripada membayar zakat secara perorangan, lebih baik dikumpulkan melalui BAZ. Biar nanti petugas BAZ yang mendistribusikan kepada orang-orang yang berhak.

Sementara itu pengurus BAZ Kecamatan Mandau yang menjadi narasumber dalam kegiatan sosialisasi zakat itu di antaranya Drs Syahbuddin Zakaria MA (ketua), Kander Nasution MPdi, Zainal Abidin dan Drs Nasuha. Sama seperti sosialisasi yang sudah dilakukan ke sejumlah sekolah dan instansi pemerintah dan swasta, UPZ menghimbau kepada umat
Islam agar membayarkan zakat apabila sudah sampai nisabnya.

"Kekuatan zakat ini sangat besar apabila disatukan. Orang-orang yang berhak menerimanya akan terbantu, jika pendistribusian zakat tepat sasaran," ucap Kander Nasution.

Tak ada salahnya membayarkan zakat dengan cara diangsur perbulan, agar tidak memberatkan. Bagi guru zakat dapat diambil dari pendapatan gaji. Sudah ada ketentuan presentase zakat, jadi tak usah ragu. Petugas zakat hanya sebagai jembatan penghubung antara muzakki dan mustahik.

"Semoga zakat yang kita berikan membawa berkah baik bagi yang memberi dan yang menerima,'' tutupnya.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Tiga Desa di Pinggir Terima Program Pamsimas 2011

Laporan, Wicaksana Arif Turbrilian

DURI, TRIBUN - Desa Balai Pungut, Beringin dan Kuala Penaso, Kecamatan Pinggir, Bengkalis tahun 2011 ini, akan terima program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (Pamsimas). Program Pamsimas diluncurkan melalui dana sharing budget atara APBN dan APBD Bengkalis serta swadaya masyarakat. Tahun ini merupakan tahun keempat sejak program ini dilaksanakan sejak tahun 2008 lalu dengan persediaan anggaran mencapai Rp 275 per desa.

"ketiga desa di Pinggir itu akan mendapatkan suntikan dana dari APBN sebagaimana tahun-tahun sebelumnya (reguler)," ucap Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Bengkalis Eduar, melalui Pejabat Pembuat Komitmen Bidang Tata Ruang,  H Khairi, kepada wartawan kemarin.

Lanjut Khairi, bersama 12 desa lainnya yang ada di Kabupaten Bengkalis, beberapa desa di antaranya ada yang melaksanakan program ini secara reflikasi. Yakni dalam melaksanakan kegiatannya hanya menggunakan anggaran dari APBD Bengkalis.

Dijelaskan Khairi, total anggaran yang diberikan ke setiap desa ini, mencapai Rp 275 juta per desa. Dana tersebut, dialokasikan dari anggaran APBN sebesar 70 persen dari total anggaran, yakni sebesar Rp 192,5 juta. Kemudian melalui sharing dengan anggaran APBD Bengkalis sebesar 10 persen, atau sekitar Rp 27,5 juta. Selanjutnya melalui swadaya desa setempat sebesar 20 persen.

Khusus alokasi anggaran melalui dana partisipasi masyarakat sebesar 20 persen ini terang Khairi, empat persen di antaranya adalah berbentuk uang, yakni sebesar Rp 11 juta yang diperoleh melalui sumbangan masyarakat. Hal ini dilakukan agar timbul rasa memiliki dari masyarakat itu sendiri terhadap program Pamsimas yang dijalankan.

Sementara 16 persennya (Rp44 juta) lagi adalah berbentuk partisipasi masyarakat, seperti melakukan kegiatan gotong-royong dalam melaksanakan kegiatan ini. "Kita ajak masyarakat bersama-sama bangun desa, supaya mendapat kelayakan hidup," lanjutnya.

Powered by Telkomsel BlackBerry®

Peringati HUT Bhayangkara 65 Dengan Galang Donor

Laporan, Wicaksana Arif Turbrilian

BENGKALIS, TRIBUN - Sambut Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke 65, jajaran Polres Bengkalis serta ibu-biu Bhayangkari gelar sejumlah kegiatan. Di antaranya donor darah, bakti sosial, dan pertandingan futsal. Untuk menyukseskannya, Polres Bengkalis gandeng kerjasama dengan PMI dan RSUD Bengkalis, Selasa (14/6).

Ratusan personil Polres dan Polsek Bengkalis serta ibu-ibu Bhayangkari lakukan donor darah di RSUD Bengkalis. Kegiatan hasil kerjasama polisi dengan RSUD dan PMI Bengkalis tersebut, terbilang cukup ramai dibanding kegiatan donor acara sebelumnya.

Kapolres Bengkalis, AKBP Achmad Kartiko didampingi Kasubbag Humas, Iptu Masrial kepada sejumlah wartawan mengatakan, kegiatan donor tersebut peringati HUT Bhyangkara ke 65. Kegiatan donor tersebut kata Kapolres diikuti sekitar 400 pendonor, terdiri dari anggota Polres dan Polsek serta ibu-bibu Bhayangkari.

"Setetes darah yang kita donorkan sangat besar manfaatnya bagi mereka yang
membutuhkan," lanjut Kartiko.

Masih menurutnya, acara ini, tak hanya semata-mata untuk merayakan HUT, melainkan supaya, dapat berkesan dan bermanfaat bagi masyarakat luas. Sementara, ketua PMI Kabupaten Bengkalis, H Usman mengatakan, pendonor yang turut berpartisipasi dalam HUT Bhayangkara kali ini terbilang lebih ramai jika dibanding kegiatan-kegiatan sebelumnya. Tidak hanya anggota Polisi yang mendonorkan darahnya tapi juga sejumlah ibu-ibu bhayangkari.

Pantauan di RSUD Bengkalis, Selasa kemarin, terlihat ikut mendonorkan darahnya, Kabag Sumda, Kompol Setiyadi, Kasat Polair AKP Wilson Butarbutar, Kapolsek Bengkalis, Kompol Anwit Rizal, Kanit Gakkum Ipda
Ilyas, Kasubag Humas, Iptu Masrial serta sejumlah personil lainnya.

Selain donor darah, Kartiko juga gelar aksi bakti sosial dan pertandingan futsal. Untuk pertandingan futsal, hanya diperuntukkan anggota polri. "Kegiatan atau pertandingan olahraga ini hanya melibatkan anggota di dalam, jadi bukan pertandingan terbuka," jelasnya.

Menurutnya, peringati HUT dengan bertanding futsal, bisa menjaga kesehatan. Selain itu, dengan pertandingan futsal bisa meningkatkan sportivitas dan kejujuran anggota dalam menjalankan tugas.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Selasa, 14 Juni 2011

Polisi Berhasil Bekuk Pelaku Curas Bersenpi

Laporan, Wicaksana Arif Turbrilian

DURI, TRIBUN - Empat jam selang peristiwa perampasan, polisi berhasil bekuk tersangka bersenjata api, Selasa (14/6). Pelaku perampasan atas nama Randi Siagian bin Sahala Siagian dibekuk di Jalan Sido Rukun memasuki kawasan Chevron Pasific Indonesia (CPI), oleh Polsek Mandau. Tepat pukul 14.00 pelaku perampasan beserta barang bukti senjata rakitan berhasil diamankan.

Pelaku tak sendiri dalam menjalankan aksinya. Bersama rekannya, Tomi Maruba Hutapea (30), keduanya menjalankan aksi di jalan Sidorukun, sekitar 1KM dari simpang puncak. Randi, pria beralamat di jalan Garuda, Pekanbaru bertindak sebagai pengendara motor. Sedangkan rekannya, Tomi bertindak sebagai eksekutor.

Berdasarkan laporan korban, Rodiah (35) pada polisi, kedua berboncengan menggunakan sepeda motor matic warna biru. Saat di TKP, tiba-tiba keduanya memepet dan menarik kalung emas 24 karat yang melekat di lehernya. Kalung seberat 12 gram tersebut lantas dibawanya kabur. Robiah sempat terjerembab jatuh.

Secara spontan, Robiah berteriak minta tolong warga untuk mengejar kedua pelaku. Menurut keterangan korban yang juga warga jalan Sidorukun, Simpang Puncak KM 18 Kulim, beberapa warga langsung melakukan pengejaran. "Tak jauh dari TKP, pelaku sempat terjatuh akibat kejaran warga," ucapnya.

Namun seorang lagi langsung menodongkan senjata rakitan pada warga yang mengepung. Akhirnya seorang pelaku yang bersenpi bisa meloloskan diri. Sementara seorang pelaku lagi, sempat jadi bulan-bulanan warga, dan diserahkan ke Mapolsek Mandau.

Pjs Kapolsek Mandau, AKP Ida Ketut G, SIK, langsung instruksikan anggotanya untuk kejar pelaku yang berhasil kabur. Berdasarkan keterangan dari pelaku Tomi, polisi pun berhasil membekuk Randi lengkap dengan barang bukti senjata rakitan yang dipergunakan.

"Saat dibekuk, ternyata yang bersangkutan telah menyembunyikan senjata api rakitan yang digunakan, dalam melancarkan aksinya," ucap Ketut.

Namun, polisi berhasil menemukannya di semak-semak. Selanjutnya tersangka dan barang bukti diamankan Polsek Mandau guna pemeriksaan lebih lanjut. Kepada Tribun, Ketut mengimbau masyarakat, agar tidak menggunakan perhiasan yang mencolok saat bepergian. Karena dapat mengundang tindak kejahatan.

"Penggunaan perhiasan secara berlebihan, justru dapat mengancam keselamatan pemakainya, selain itu kami imbau masyarakat untuk tetap waspada dalam melakukan perjalanan," tutupnya.

Powered by Telkomsel BlackBerry®

Peningkatan Kredit Jadi Indikator Peningkatan Ekonomi Warga

Laporan, Wicaksana Arif Turbrilian

DURI, TRIBUN - Kepercayaan masyarakat kepada lembaga keuangan masyarakat (LKM) meningkat signifikan. Indikasi peningkatan diukur melalui pengajuan kredit usaha. Terutama masyarakat Desa Petani, Mandau Kabupaten Bengkalis. Kepala desa Petani, Rianto mengatakan lembaga keuangan dimanfaatkan warga sebagai alternatif untuk mendapatkan dana untuk pembiayaan modal usaha kecil dan menengah.

"Sebagian warga memanfaatkan permodalan untuk membuka dan mengembangkan kebun sawit," kata Rianto saat ditemui di Ruang Kerjanya Selasa (14/6).

Dalam tiap minggunya, Rianto mencatat 10 sampai 15 pemohon kredit. Ia mengatakan, hal ini bisa diindikasikan adanya pertumbuhan perekonomian warga semakin meningkat. Bila dibandingkan tahun lalu ia mencatat permohonan hanya sekitar seratus warga. Sedangkan hingga pertengahan tahun ini sudah mencapai 140 pemohon.

Dalam hitungannya, hingga semester pertama ini ada kenaikan itu mencapai 40 persen. "Ada kemungkinan kenaikan itu bisa mencapai seratus persen hingga tutup tahun ini," lanjutnya.

Dalam pengurusannya, ia sengaja berikan kemudahan bagi calon nasabah. Selain itu, ia juga terus berupaya meningkatkan mutu pelayanan. Menurutnya, Pemdes Petani tidak pernah mempersulit masyarakat. Suatu kebanggaan bisa merubah pola pikir masyarakat dengan memercayakan kredit pada lembaga keuangan yang dikelola Desa.

Powered by Telkomsel BlackBerry®