Laporan, Wicaksana Arif Turbrilian
DURI, TRIBUN - Kasat Lantas Polres Bengkalis AKP Mariyono Sik berjanji akan membenahi kinerja internal lembaganya. Supaya ke depannya tidak terjadi lagi kesalahpahaman saat bertugas di lapangan, dengan masyarakat.
Pernyataan ini menyusul komplain seorang warga bernama Safaruddin yang tak terima ditilang hanya karena terlambat menunjukkan SIM. Kala itu Saf langsung ditilang kala mencari SIM yang lupa di mana disimpan. Petugas berinisial R yang tengah razia, Senin (21/11) siang lalu di Jalan Raya Duri-Dumai Km 7 Kulim langsung memberikan surat tilang padanya.
"Kritikan itu saya terima, soal pernyataan siapa yang benar, apakah anggota saya atau warga tersebut, masih saya telusuri. Terlepas dari itu saya akan tingkatkan kinerja personil, agar tidak melakukan kesalahan. Bagaimana pun kinerja Polantas mendapat sorotan, karena berada dekat dengan masyarakat,'' ujar Mariyono, Jumat (25/11).
Melebarnya permasalahan penindakan personil Polantas di Km 07 Kulim beberapa waktu lalu itu yang menjadi pembicaraan banyak orang. Karena pemberitaannya muncul di media massa, cukup mengusik ketenangan Mariyono. Apalagi kasus ini sudah sampai ke Dirlantas Polda Riau.
"Memang iya, berita di media massa sudah sampai ke Dirlantas. Kepada anggota yang disebutkan itu sudah saya pertanyakan. Namun katanya penilangan itu telah sesuai prosedur,'' sebut Kasat.
Pihaknya juga memberikan toleransi sebagai bentuk rasa empati. Apabila saat razia ada yang sedang buru-buru, seperti keluarga meninggal, dan yang bersifat emergensi.
"Kita juga manusia yang punya perasaan. Jika ada yang betul-betul darurat, pasti kita bantu. Kasus yang kemarin itu, dia tak ada bilang keluarganya meninggal, dan tak bawa SIM. Jadi harus ditilang sesuai prosedur,'' ungkap Mariyono.
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Jumat, 25 November 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)







Tidak ada komentar:
Posting Komentar