Minggu, 27 November 2011

Lampu Jalan Kota Duri Masih Belum Ada Travo

Laporan, Wicaksana Arif Turbrilian

DURI, TRIBUN - Lampu jalan dalam kota Duri sudah lama terpasang, bahkan juga sudah beberapa kali dilakukan perbaikan karena kerusakan material . Ironisnya, hingga saat ini lampu tersebut masih belum nyala juga. Informasi yang berkembang, semua terkendala karena belum adanya trafo.

"Mudah-mudahan jika tak ada kendala, tahun ini semua lampu jalan di Sudirman dan Hangtuah sudah bisa dinyalakan. Masalahnya sekarang cuma pada trafo ,'' ujar Kepala UPTD Pasar Kebersihan dan Pertamanan Mandau Nizamuddin.

Namun, Nizamuddin mengaku tak tahu berapa tiang persisnya lampu jalan yang belum dialiri listrik. Yang jelas sejak dari Simpang Desa Harapan (Jalan Hangtuah) hingga Simpang Mawar, masih dalam kondisi gelap. Kalau malam hanya lampu ruko dan toko yang ikut menerangi jalan. Kemudian sebagian Jalan Sudirman, mulai dari Simpang Gaya Baru hingga depan Bank Danamon juga masih gelap gulita.

"Untuk tiang yang rusak ada beberapa batang. Itu disebabkan di tabrak mobil dan kendaraan. Pelaku penabrakan pun tidak mengganti kerugian atas kerusakan sama sekali, ini yang kita sayangkan sekali. ,'' ujar Nizamuddin lagi.

Sementara itu, Manager UP PLN Ranting Duri Arisman menjelaskan bahwa pada prinsipnya PLN kapan saja siap mengalirkan arus kepada pelanggannya, termasuk lampu jalan aset pemda, asalkan jaringan dan trafo sudah disiapkan.

"Kita tergantung dengan travo saja. Jika sudah ada travo maka kita siap untuk mengalirkan daya listrik untuk lampu jalan," ujar Arisman .
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Sore ini, Jemaah Hari Mandau-Pinggir Tiba

Laporan, Wicaksana Arif Turbrilian

DURI, TRIBUN – Sebanyak 214 jemaah haji asal Mandau-Pinggir, akan tiba diKota Duri, Senin (28/11) sore sekira pukul 18.00 WIB. Bagi keluarga yang ingin menjemput, dapat menunggu di Masjid Raya Arafah, tak perlu ke Dumai. Jemaah haji tersebut sudah sampai di Batam, Minggu (27/11) sekitar pukul 14.20.

"Alhamdulillah, jemaah haji asal Mandau dan Pinggir, semuanya dalamkeadaan sehat. Selama menunaikan ibadah di tanah Suci tidak ada yang sakit. Ini semua berkat lindungan Allah SWT,'' ujar Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Mandau, Carles MA yang dikonfirmasi Tribun, Minggu (27/11).

Lanjutnya, kemarin rombongan tengah berada di Batam, menyambut kedatangan tamu Allah tersebut. Perjalanan pulang ke Duri, disebutkan Carles akan menempuh Rupat. Di mana sebanyak 12 jemaah haji asal Rupat ikut bersama rombongan Mandau dan Pinggir.

"Berangkat dari Batam besok (hari ini,red) sekitar pukul 7 pagi. Lalu ke Rupat dan sampai di Dumai sore. Paling lambat sampai di Masjid Raya Arafah pukul 6 sore,'' lanjutnya.

Kedatangan jemaah haji tersebut disambut tim sebanyak 20 orang yang diketuai H Saparuddin. Yang bersangkutan menyambut jamaah di Batam, dan H Baharuddin ketua penyambutan di Masjid Raya Arafah.

"Seluruh akomodasi ditanggung Pemkab Bengkalis. Termasuk barang-barang bawaan seperti koper akan tiba bersamaan dengan jemaah haji,'' papar Carles.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Kejari Bengkalis Siap Tindak Tikus Berdasi

Laporan, Wicaksana Arif Turbrilian

DURI, TRIBUN - Dugaan kelambanan kerja jaksa dibantah Kejari Bengkalis. Jaksa Pidana Khusus (Pidsus), Priyo Handoyo pada Tribun mengatakan, sudah bekerja optimal. Beberap kasus dugaan korupsi sudah disidangkan. Dalam pengusutan, satu kasus cenderung memakan waktu lama. Selain itu proses pengadilan pun berlarut-larut. Apalagi bila terdakwa mengajukan keberatan dan menempuh jalur banding.

"Di Kejari Bengkalis, jaksa Pidsus hanya terdiri dari tiga orang saja. Untuk itu, kami sudah berupaya memaksimalkan tenaga yang ada," ucapnya kala ditemui Tribun dalam acara sosialisasi Kejari Bengkalis di SMA Cendana.

Lanjutnya, penjeratan penjahat kerah putih, harus benar-benar siap segalanya. Orang-orang yang kita hadapi merupakan orang pintar, memiliki jabatan, selain itu juga memiliki kekuatan finasial. Namun Priyo mengaku siap memberantas kejahatan yang menyengsarakan rakyat.

Untuk tahun ini, Priyo dan tim dari kejaksaan sedang menelusuri dua kasus yang diduga terjadi tindak pidana korupsi. Keduanya yakni, pengadaan kapal Tasik Gemilang dan Proyek pembangunan jalan poros Bantan - Selat Baru. Kedua proyek itu masing-masing masuk anggaran 2009 dan 2008.

"Untuk dugaan kerugian negara atas dua proyek ini, belum bisa kami publikasikan. Kami menduga kedua proyek ini terjadi mark up harga," lanjutnya.

Nilai tender dari proyek pengadaan kapal Tasik Gemilang yakni Rp 1,8 miliar. Sementara proyek pembangunan jalan poros Bantan-Selat Baru senilai Rp 30 miliar. Tambahnya, tim kami sedang mengumpulkan bukti-bukti atas dugaan pelanggaran.

Penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) semestinya dapat memberikan kesejahteraan rakyat. Baik untuk belanja modal atau pembangunan infrastruktur. Semakin banyak serapan anggaran, semestinya akan semakin tinggi tingkat kesejahteraan warga. Pemerintah daerah pun sebaiknya merencanakan pembangunan secara merata dan lebih transparan.

Hal ini menjadi kekhawatirkan berbagai kalangan. Banyak anggapan dalam proses lelang, banyak terjadi permainan harga. Aksi mark up kerap dijadikan peluang keruk keuntungan segelintir orang. Hal ini diucapkan mantan anggota dewan Bengkalis tahun 2004-2009, H Darna. Lanjutnya, proses pencurian uang rakyat ini dilakukan secara terstruktur.

"Korupsi itu dilakukan secara berjamaah. Jarang dilakukan perorangan. Semakin banyak oknum yang bermain, maka semakin banyak pula kerugian yang ditanggung negara. Uang rakyat yang seharusnya bisa digunakan untuk kegiatan lain, harus masuk kantong segelintir orang," ucapnya pada Tribun, Sabtu (26/11).

Sebagai masyarakat, ia mengatakan tak bisa menerima hal ini terjadi berlarut-larut. Bengkalis merupakan negeri kaya, namun tingkat kesejahteraan, pendidikan, dan kesehatan rakyatnya masih banyak yang belum layak. Dalam tiga bulan terakhir, terjadi lima kelahiran bayi dengan berbagai kelainan. Diagnosa dokter mengatakan, bayi itu mengalami kekurangan gizi.

Dari data yang dikeluarkan BPS Riau, dalam buku Riau Dalam Angka, terbitan 2010 mengatakan, kemiskinan di Bengkalis tahun 2009 mencapai 7,91 persen. Atau sekitar 63 ribu jiwa. Garis kemiskinan di Bengkalis, yakni, KK berpenghasilan Rp 295 ribu ke bawah.

Sementara bila dilihat dari kacamata pendidikan, Kabupaten Bengkalis hanya memiliki satu perguruan tinggi negeri. Dan itu juga berada di kecamatan Bengkalis yang notabene susah akses jalan. Darna meminta kepada lembaga Yudikatif untuk segera mempercepat langkah perngusutan dugaan-dugaan tindak pidana korupsi.

"Pihak kejaksaan atau kepolisian kami minta lebih proaktif menanyakan hasil audit BPK atau BPKP atas proyek-proyek yang diduga ada kerugian negara. Selain itu, laporan-laporan masyarakat atau LSM juga bisa menjadi acuan Kejaksaan," lanjutnya.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Jumat, 25 November 2011

Lantas Benahi Internal Terkait Kesalahpahaman Penindakan

Laporan, Wicaksana Arif Turbrilian

DURI, TRIBUN - Kasat Lantas Polres Bengkalis AKP Mariyono Sik berjanji akan membenahi kinerja internal lembaganya. Supaya ke depannya tidak terjadi lagi kesalahpahaman saat bertugas di lapangan, dengan masyarakat.

Pernyataan ini menyusul komplain seorang warga bernama Safaruddin yang tak terima ditilang hanya karena terlambat menunjukkan SIM. Kala itu Saf langsung ditilang kala mencari SIM yang lupa di mana disimpan. Petugas berinisial R yang tengah razia, Senin (21/11) siang lalu di Jalan Raya Duri-Dumai Km 7 Kulim langsung memberikan surat tilang padanya.

"Kritikan itu saya terima, soal pernyataan siapa yang benar, apakah anggota saya atau warga tersebut, masih saya telusuri. Terlepas dari itu saya akan tingkatkan kinerja personil, agar tidak melakukan kesalahan. Bagaimana pun kinerja Polantas mendapat sorotan, karena berada dekat dengan masyarakat,'' ujar Mariyono, Jumat (25/11).

Melebarnya permasalahan penindakan personil Polantas di Km 07 Kulim beberapa waktu lalu itu yang menjadi pembicaraan banyak orang. Karena pemberitaannya muncul di media massa, cukup mengusik ketenangan Mariyono. Apalagi kasus ini sudah sampai ke Dirlantas Polda Riau.

"Memang iya, berita di media massa sudah sampai ke Dirlantas. Kepada anggota yang disebutkan itu sudah saya pertanyakan. Namun katanya penilangan itu telah sesuai prosedur,'' sebut Kasat.

Pihaknya juga memberikan toleransi sebagai bentuk rasa empati. Apabila saat razia ada yang sedang buru-buru, seperti keluarga meninggal, dan yang bersifat emergensi.

"Kita juga manusia yang punya perasaan. Jika ada yang betul-betul darurat, pasti kita bantu. Kasus yang kemarin itu, dia tak ada bilang keluarganya meninggal, dan tak bawa SIM. Jadi harus ditilang sesuai prosedur,'' ungkap Mariyono.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Pengerjaan Diminta Pada Jam Tak Sibuk

Laporan, Wicaksana Arif Turbrilian

DURI, TRIBUN - Proyek pengerjaan jalan lintas Kandis-Duri yang saat ini sedang dilaksanakan PT Adhi Karya, ditenggarai menyebabkan kemacetan lalu lintas parah di jalur padat tersebut. Tak sedikit kendaraan mengalami kerusakan patah as yang akhirnya menimbukan macet berjam-jam. Disamping itu rambu-rambu penunjuk arah dan tanda pengerjaan masih minim.

"Kita sudah minta kepada pelaksana proyek untuk mengerjakan perbaikan jalan pada jam-jam sepi, tidak ramai kendaraan, seperti malam hari. Kalau siang maklum saja kendaraan padat. Hal ini perlu juga dicermati, pihak pelaksana proyek, supaya tidak menimbulkan keluhan dari pengguna jalan dan masyarakat setempat,'' ujar Kasat Lantas Polres Bengkalis AKP Mariyono, Jumat (25/11).

Sejauh ini, belum ada terjadi kecelakaan yang disebabkan pengerjaan jalan tersebut. Hanya saja kendaraan yang mengalami kerusakan akibat kondisi jalan rusak, hampir setiap saat.

"Kerusakan patah as inilah yang kerap merepotkan kami, sampai menurunkan 15 personil untuk mengarus arus lintas. Kepada pelaksana proyek sudah kita minta untuk menambah rambu-rambu,'' tambah Mariyono.

Ruas jalan yang paling sering menimbulkan kemacetan yaitu Balai Raja. Namun beberapa hari belakangan ini mulai teratasi seiring prosentasi pengerjaan yang makin meningkat.

'' Kita berharap pengerjaan itu cepat selesai. Jangan sampai ada jatuh korban kecelakaan, karena jalan ini sangat rawan,'' tukas Kasat.

Kemacetan yang mengular ini terjadi beberapa hari belakangan. Beberapa elemen masyarakat mengeluhkan sistem perbaikan jalan ini. Satu di antaranya, Ucok. Supir travel ini mengeluh dan merasa enggan melintasi jalur tersebut.

"Kalaupun ada jalur alternatif, saya pasti tak melintas di jalur macet tersebut. Kita hanya diam berjam-jam untuk menunggu antrian," ucapnya.

Biasanya dalam sehari, Ucok bisa mengangkut penumpang pulang pergi Dumai-Pekanbaru. Namun saat pengerjaan jalan ini, ia hanya mampu mengangkut sekali perjalanan. Molornya waktu perjalanan yang mengakibatkan ia merasa dirugikan.

Ia mempertanyakan, pengerjaan jalan ini sebaiknya memerhatikan tingkat kerawanan dan segala jenis dampak yang akan ditimbulkan. Terkadang saat ia melintas jalur ini, kemacetan bukan disebabkan adanya pengejaan jalan, melainkan adannya kendaraan yang mengalami patah as.

"Pengguna jalan ini tak hanya kendaraan kecil. Melainkan kendaraan-kendaraan besar juga memanfaatkan jalur lintas Sumatera ini. Dan sering kita jumpai kendaraan-kendaraan besar inilah yang mengalami kerusakan dan menghambat laju kendaraan lainnya," tutup ucok.
Powered by Telkomsel BlackBerry®